Rabu, 24 Oktober 2012

Perkembangan Cinema Digital

Setelah kita meresume digital cinema dari e-book, tentunya kita harus tahu perkembangan apa saja yang telah banyak terjadi pada dunia perfilman dunia. Sebelum kita membahas tentang hal tersebut, pertama-tama kita harus mengetahui tentang Film (sinema). Apa si Film (sinema) itu? Film (sinema) berasal dari kata Cinemathographie (Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra)) jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya, hal ini bisa terjadi karena film merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa. Agar kita bisa menangkap cahaya yang bergerak tersebut, maka kita menggunakan kamera. Dari kamera tersebut akan dibuat sebuah film yang kemudian akan diproyeksikan ke layar dengan proyektor.

Sinema digital dapat dibuat dengan media video yang untuk penayangannya dilakukan transfer dari format 35 mm ke format HD. Proses transfer ke format melelui proses cetak yang disebut dengan proses blow up. Setelah menjadi format HD, penayangan film dilakukan dari satu tempat saja dan dioperasikan ke tempat lain dengan menggunakan satelit, sehingga tidak perlu dilakukan salinan film.

Sejarah sinema digital
Sutradara film Geoge Lucas menyatakan “ bahwa film yang berkembang pada abad pertengahan ke-19 mulai dikembangkan dari sebuah fotografi melalui media dengan menggunakan pita seluloid untuk menangkap dan merekam gambar”. Teknologi ini menjadi dasar pembuatan sebuah film, Lucas menyebutkan bahwa pada akhir abad ke-19 sampai akhir abad ke-20 telah ditemukan pengganti sebuah pita seluloid yaitu teknologi digital yang merupakan awal baru untuk menggarapan sebuah film dan bioskop. Teknologi digital membawa pengaruh besar dalam dunia perfiliman mulai dari tahap pembuatan hingga tahap distribusi.
Baru-baru ini pada akhir tahun 2005 minat dari pada proyeksi film 3D stereo digital telah menyebabkan kemajuan baru pada bagian teater untuk bekerja sama dalam jumlah terbatas menginstal 2k instalasi untuk menunjukkan film dalam bentuk 3D. Hampir yujuh lebih film 3D digital akan dijadwalkan rilis pada tahun 2006 atau 2007. Ini mennjukkan akan meningkatnya jumlah 2k instalasi ke beberapa ratus pada akhir tahun 2006. Untuk biaya format target yang direncanakan 4k jauh lebih besar dan kemungkinan akan tetap ditunda sampai hasil yang lebih untuk 3D dievaluasi.

Bagaimana cara membuat cinema menjadi gambar jadi yang biasanya kita sebut dengan film? Saat kita akan membuat sebuah film, kita harus melakukan langkah-langkah berikut :
- Pra-Produksi
Pada tahap ini biasanya kita melakukan tahap awal dari membuat film, seperti mempersiapkan tempat, skenario, biaya, aktor, dan sebagainya.

- Produksi Film
Pada tahap ini kita akan melakukan pembuatan film secara utuh dari awal sampai akhir film tersebut selesai.

- Editing
Pada tahap ini kita melakukan perapihan pada film yang telah kita buat agar hasil akhirnya memuaskan.

- Review Hasil Editing
Pada tahap ini adalah tahap akhir dalam pembuatan sebuah film. Disini lah kita dapat melihat hasil pembuatan kita setelah melewati tahap editing. Kita dapat melihat hasil kita melalui LCD seperti laptop yang telah dilengkapi dengan speaker.

Hardware yang dibutuhkan dalam proses produksi sebuah film :
Proyektor Digital
Kamera Video

Software biasanya kita gunakan untuk mengedit video dari sebuah film.
Contoh software yang biasanya digunakan :
  1. 3D Studio Max
  2. Paket Adobe Digital Video (Adobe After Effects, Adobe Photoshop dan Adobe Ilustrator).

Dunia film sekarang mulai berkembang, baik dari media yang digunakan untuk melihatnya sampai pada jenis film yang ditampilkan. Media tersebut seperti : televisi, bioskop, VCD dan DVD, dan home theater.

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar