Kamis, 11 Oktober 2012

Transmisi Analog dan Digital

Istilah analog dan digital berhubungan dengan continuous dan discrete yang dalam komunikasi data dipakai dalam tiga konteks, antara lain:
- Data, didefinisikan sebagai fakta yang mengandung sesuatu arti. Data dibagi dua, yaitu:
  1. Data analog, diperoleh pada nilai-nilai continuous dalam beberapa interval. Contoh : audio, video. 
  2. Data digital, didapat pada nilai-nilai discrete. Contoh : text dan integer
- Sinyal, merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh pemancar dan ditransmisikan melalui media. Berdasarkan grafik fungsi waktu, sinyal dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Sinyal analog, merupakan sinyal yang ditransmisikan terus - menerus dan dengan amplitudo yang bervariasi. Tidak terdapat waktu tenggang saat sinyal ditransmisikan. Contohnya sinyal telpon, sinyal radio, sinyal televise 
  2. Sinyal digital, merupakan sinyal yang ditramsisikan dengan intensitas sinar yang mampu menstabilkan amplitudo. Pada sinyal digital, data ditransmisikan dalam bentuk 1 / 0.

 
- Transmisi, adalah komunikasi dari data dengan penyebaran dan pemrosesan sinyal. Transmisi dibagi menjadi dua:
  1. Transmisi analog adalah suatu upaya mentransmisi sinyal analog tanpa memperhatikan muatannya. 
  2. Transmisi digital, berhubungan dengan muatan dari sinyal. Untuk mencapai jarak yang jauh dipakai repeater yang menghasilkan sinyal sebagai '1' atau '0' sehingga tidak terjadi distorsi.
Ada tiga macam sistem transmisi, yaitu:
  1. Transmisi simplex adalah transmisi yang mengirim sinyal hanya secara satu arah. Satu pemancar dapat diterima oleh beberapa penerima data. 
  2. Transmisi half-duplex merupakan transmisi yang memungkinkan kedua pemancar mengirimkan sinyal sekaligus, namun hanya satu dalam satu waktu. 
  3. Transmisi full-duplex merupakan transmisi dua arah, baik pemancar ataupun penerima dapat mengirimkan sinyal secara simultan.

Kelemahan - Kelemahan Transmisi
Pada sistim komunikasi manapun, sinyal yang diterima akan selalu berbeda dari sinyal yang dikirim. Pada sinyal analog, hal ini berarti dihasilkan variasi modifikasi random yang menurunkan kualitas sinyal. Pada sinyal digital, yaitu terjadinya bit error artinya binary '1' akan menjadi binary '0' dan sebaliknya.
Kelemahan yang paling signifikan yaitu:
- Attenuation, dan attenuation distorsi (pelemahan dan distorsi oleh pelemahan). 
- Delay distorsi (distorsi oleh delay). Terjadi akibat kecepatan sinyal yang melalui medium berbeda-beda sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda. Hal ini merupakan hal yang kritis bagi data digital yang dibentuk dari sinyal-sinyal dengan frekuensi-frekuensi yang berbeda -beda sehingga menyebabkan intersymbol interference. 
- Noise, merupakan tambahan sinyal yang tidak diinginkan yang masuk dimanapun diantara transmisi dan penerima. 
Noise dibagi dalam empat kategori: 
  1. Thermal noise, Disebabkan oleh agitasi termal elektron dalam suatu konduktor 
  2. Intermodulation noise, disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal-sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian dari dua frekuensi asalnya. 
  3. Crosstalk, merupakan suatu penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan. Crosstalk terjadi karena hubungan elektrikal antara kabel yang letaknya berdekatan dan dapat pula karena energi dari gelombang microwave. 
  4. Impulse noise, terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau spike-spike noise dengan durasi pendek dan dengan amplitudo yang relatif tinggi. Impulse noise dihasilkan oleh kilat, dan kesalahan dan cacat dalam sistim komunikasi.

Media Transmisi
Transmisi data terjadi di antara pemancar dan penerima melalui media transmisi. Media transmisi data dibagi menjadi dua, yaitu:
- Media transmisi terkendali (guided media transmition), merupakan media yang menyalurkan gelombang transmisi melalui jalur fisik. Contohnya kabel twisted pair, kabel coaxial, atau kabel fiber optic.
- Media transmisi tidak terkendali (unguided media transmition), merupakan media yang menyediakan perantara untuk menyalurkan gelombang elektromagnetik. Contohnya WiFi, propagansi melalui udara, atau propagansi melalui ruang fakum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar